Logo STAI-PIQ Sumatera Barat

Leave a Comment

Read More...

Prospek Lulusan Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir

19 comments
Oleh : Syamsul Hidayat
syamsul.hidayat@ums.ac.id

Ketua Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Dalam penjelasan beliau ketika diamanahi untuk membimbing Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, beliau menguraikan ada 4 prospek dari lulusan prodi ini, yaitu :
1.
2.
3.
4.
Read More...

Asosiasi Ilmu al-Quran dan Tafsir (AIAT)

3 comments
Berdasarkan Akta Notaris Ny. Ika Farikha, S.H. Nomor 12 Tanggal 24 Tahun 2015 berdirilah Asosiasi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir (AIAT) yang beralamat di :
Krapyak Kulon RT. 07 Panggungharjo Sewon
Bantul Yogyakarta
Website : www.aiat.or.id
E-Mail : aiat.indonesia@gmail.com

Adapun Divisi, Program dapat dilihat pada tabel berikut :

Divisi
Program
Perincian
Penelitian dan PengembanganPenelitian1. Penelitian tentang Kajian al-Qur’an dan tafsir di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Indonesia
2. Penelitian tentang kajian al-Qur’an dan Tafsir di Pondok Pesantren seluruh Indonesia
Seminar1. Dua tahunan (Internasional)
2. Tahunan (Nasional)
Pengembangan Sumber Daya ManusiaCapacity BuildingPenguatan kapasitas dosen dan pengajar IQT dalam bidang:
1. Metode pangajaran
2. Penyusunan bahan ajar
3. Pemanfaatan teknologi untuk penelitian dan pengajaran serta pengabdian masyarakat
Workshop1. Pengembangan kurikulum IAT
2. Penentuan spesifikasi prodi IAT di masing-masing PT
Publikasi IlmiahJurnalA. Jurnal “Studi al-Qur’an Nusantara”
     1. Berbahasa Indonesia
     2. Terbit dua kali setahun
     3. Diproyeksikan menjadi jurnal terakreditasi
B. Jurnal “Qur’anic Studies in Southeast Asia”
     1. Berbahasa Inggris dan Arab
     2. Terbit sekali setahun
     3. Diproyeksikan menjadi jurnal Internasional (masuk index scopus)
Database dan websitePembuatan WebsiteA. Membuat website studi al-Qur’an Nusantara
Konten:
1. Publikasi jurnal “Studi al-Qur’an” online
2. Bank data
3. Forward info terbaru tentang studi al-Qur’an Nusantara
B. Membuat server jurnal studi al-Qur’an di PT seluruh Indonesia
Ruang untuk tukar menukar tulisan, sehingga masing-masing jurnal dapat segera memenuhi syarat akreditasi.
Bank data (Digitalisasi)1. Manuskrip al-Qur’an
2. Tafsir di Indonesia
3. Terjemah al-Qur’an
4. Transkripsi tradisi oral tafsir al-Quran di Indonesia
5. Karya lain terkait al-Qur’an di Nusantara
Pengabdian MasyarakatPengiriman guru mengaji di daerah
KerjasamaMenjalin kerjasama dengan lembaga kajian al-Qur’an dan tafsir, baik di Indonesia maupun seluruh dunia
KeorganisasianRekruitmen Anggota: Individu dan Lembaga1. Pembuatan Formulir Pendaftaran
2. Penentuan Hak dan Kewajiban Anggota
3. Penentuan Hak dan Kewajiban Pengurus
4. Database Anggota dan Pengurus
5. Upgrading Pengurus dan Anggota
Ketua:
Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)


Sekretaris:
1. Ahmad Rafiq, M.A., Ph.D. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
2. Lien Iffah Naf’atu Fina, S.Th.I., M.Hum (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)


Bendahara:
1. Dr. Ahmad Baidlowi (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
2. Fitriana Firdausi, S.Th.I, M.Hum (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Read More...

Peraturan Menteri Agama RI No. 33 Tahun 2016 Tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan

1 comment
Jakarta, PendidikanIslam.ID – Sejumlah gelar akademik baik baik Sarjana S1, S2 dan S3 yang berlaku sejak tahun 2009 lalu secara resmi dinyatakan tidak berlaku lagi dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) RI nomor 33 Tahun 2016 Tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan. Sesuai prinsip hukum yang tidak berlaku surut, maka gelar akademik yang baru tersebut akan diterapkan mulai tahun 2016 ini sedangkan gelar yang lama sebelum 2016 tetap.
Sebagaimana diketahui, gelar akademik dahulu berlaku dengan mengacu pada PMA No. 36 Tahun 2009 Tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama. Diantara gelar di dalam PMA tersebut misalnya untuk Starata Satu (S1); S.Ud (Sarjana Ushuluddin untuk Fakultas Ushuluddin), S.Sy (Sarjana Syariah), S.Kom.I(Sarjana Komunikasi Islam untuk Fakultas Dakwah, S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam untuk Fakultas Tarbiyah) dan SE.Sy (Sarjana Ekonomi Syariah untuk Fakultas Ekonomi).
Dengan berlakunya PMA Nomor 33 Tahun 2016, ini maka gelar akademik yang berhak disandang oleh mahasiswa setelah menyelesikan studi maka penulisannya wajib menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya. Dan gelar akademik yang sekarang ini resmi diatur bersifat akomodatif terhadap perkembangan ilmu.
Sesuai dengan PMA yang baru tersebut diats maka untuk Fakultas Ushuludin gelarnya S.Ag(Sarjana Agama) kecuali untuk jurusan Pemikiran Politik Islam yaitu S.Sos (Sarjana Sosial). Untuk Fakultas Syariah gelarnya SH (Sarjana Hukum). Fakultas Adab, S.Hum (Sarjana Humaniora). Fakultas Dakwah dan Komunikasi, S.Sos (Sarjana Sosial). Fakultas Tarbiyah, S.Pd (Sarjana Pendidikan). Fakultas Ekonomi dan Bisnis gelarnya SE (Sarjana Ekonomi) kecuali jurusan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, S.Tr.Akun (Sarjana Terapan Akuntansi) dan Jurusan Akuntansi Syariah, S.Akun (Sarjana Akuntansi). Fakultas Psikologi bergelar S.Psi (Sarjana Psikologi). Sedangkan untuk Studi Islam Interdisipliner dan Ma’had Aly yang baru saja diresmikan mempunyai gelar S.Ag (Sarjana Agama) bagi para alumninya. Untuk Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam bergelar SIP ( Sarjana Ilmu Perpustakaan).
Sedangkan untuk strata dua (S2), gelarnya hanya mengganti “S” (Sarjana) menjadi “M” (Magsiter) dan selanjutnya sesuai dengan Fakutas/Jurusan. Dan untuk S3 (strata tiga) semua Fakultas/Jurusan/Bidang Keilmuan gelarnya “Dr” (Doktor).
PMA Nomor 33 Tahun 2016 ini telah ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 09 Agustus 2016 serta telah dicatat dalam Berita Negara RI Nomor 1170 Tahun 2016. (@viva_tnu)
Silahkan Downlod lebih jelasnya;
1. PMA Nomor 33 Tahun 2016
2. Lampiran PMA Nomor 33 Tahun 20
Read More...

Asosiasi Ilmu Hadits

Leave a Comment
Seiring dengan perubahan nomenklatur di kementrian Agama RI, berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1429 tahun 2012 tertanggal 31 Agustus 2012, maka Prodi Tafsir Hadis (TH) berubah menjadi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Ilmu Hadis (Ilha). Hal ini kemudian diperkuat lagi dengan keputusan jenderal pendidikan Islam No. 3389 tahun 2013 tentang Penamaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Fakultas dan Jurusan Pada Perguruan Tinggi Agama Islam Tahun 2013, tertanggal 3 Desember 2013, maka geliat untuk membuka prodi Ilmu Hadis semakin meningkat. Hal ini setidaknya berdasarkan data yang valid melalui laman http://forlap.ristekdikti.go.id/prodi/searchmelalui keyword Tafsir Hadis hanya tersisa 5 prodi yang masih aktif. Jika penelusuaran melalui kata Ilmu al-Qur’an dan Tafsir maka dijumpai sedangkan prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sebanyak 22 buah. Adapun pprodi Ilmu Hadis (Ilha) terdapat sebanyak 26 buah baik S1, S2 maupun S3.
Perkembangan prodi Ilmu Hadis di atas setidaknya menunjukkan bahwa studi hadis merupakan studi yang sangat penting dalam kajian Islamic Studies. Selain itu, studi hadis di Indonesia bisa dikatakan masih lemah, hal ini dibuktikan dengan minimnya karya dan penelitian yang dipublikasikan. Problemnya bisa kita lihat dari beberapa faktor yaitu pertama, minimnya ilmuan atau para peneliti yang berminat terhadap kajian hadis, kedua, masih banyak yang anggapan yang keliru terhdap kajian hadis, selama ini hadis hanya dipandang kajian kalangan salafi yang bersifat tradisionalis, ketiga, minimnya sosialisasi kajian hadis yang pariatif, selama ini kajian hadis hanya sebatas pada kajian yang bersifat normatif, keempat, tidak adanya jurnal yang terbit khusus untuk kajian hadis.
Fakta di atas umumnya disebabkan karena minimnya forum kajian hadis, maka dibentuklah kepengurusan Asosiasi Ilmu Hadis di dalam temu asosiasi ilmu hadis nasional di Makassar tanggal 22-24 Juli 2016. Dalam pertemuan tersebut terpilih DR. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag., M.Ag. dari Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi ketua asosiasi ilmu hadis periode 2016-2021. Selain memilih ketua, kegiatan temu asosiasi nasional juga membahas kurikulum KKNI di lingkungan PTKI se-Indonesia dan hal-hal lain yang terakit dengan penguatan prodi Ilmu Hadis.
Temu Asosiasi diikuti oleh Sejumlah PTKIN antara lain UIN Alauddin, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sulthan Syarif Kasim, UIN Sunan Ampel, UIN Sunan Gunung Jati, UIN Sunan Kalijaga, IAIN Bengkulu, IAIN Imam Bonjol Padang, IAIN Raden Fatah Palembang, IAIN Sultan Amai Gorontalo, dan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Sumber : uin-suka.ac.id
Read More...

Review Laporan PD DIKTI IAIN Imam Bonjol Padang

8 comments
Review ini saya tulis pada 1 Juli 2016, sebelum makan sahur, pukul pukul 4.00 WIB. jadi bila ada data yang tidak sama di kemudian hari harap dimaklumi karena data selalu update. 

Ada 26 (dua puluh enam) Program Studi pada Program Strata Satu (S1), sebagai berikut :
NO KODE PRODI NAMA PRODI DOSEN MHS RASIO
1 76237 Aqidah Filsafat 13 0 1:00
2 79203 Bahasa dan Sastra Arab 13 79 01:06.1
3 70232 Bimbingan Konseling Islam 14 0 1:00
4 86216 DMS Pendidikan Agama islam 0 0 1:00
5 86235 DMS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 0 0 1:00
6 60202 Ekonomi Syariah 8 0 1:00
7 74234 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) 11 0 1:00
8 74230 Hukum Keluarga (Al-Ahwal asy-Syakhshiyah) 18 156 01:08.7
9 76231 Ilmu Al-Quran dan Tafsir (Program Khusus Tafsir Hadis) 6 1 01:00.2
10 76235 Ilmu Hadist (Tafsir Hadis) 5 0 1:00
11 74231 Jinayah Siyasah 10 122 01:12.2
12 70233 Komunikasi dan Penyiaran Islam 8 0 1:00
13 70230 Manajemen Dakwah 11 0 1:00
14 86231 Manajemen Pendidikan Islam 12 0 1:00
15 86208 Pendidikan Agama Islam 13 0 1:00
16 88204 Pendidikan Bahasa Arab 9 72 1:08
17 86232 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 8 87 01:10.9
18 84202 Pendidikan Matematika 7 127 01:18.1
19 70231 Pengembangan Masyarakat Islam 7 0 1:00
20 76234 Perbandingan Agama 10 0 1:00

Review :

  1. Data dosen yang kosong ada 2 Program Studi, dan yang belum memenuhi minimal dosennya (7 dosen) ada 4 Program Studi
  2. Data mahasiswa yang kosong ada 20 Program Studi dari 26 prodi yang ada, bila dipersentasekan berarti hanya 22.1% yang terisi, dan 76.9% belum diisi.
Itu sedikit review saya mengenai laporan PD DIKTI IAIN Imam Bonjol Padang

* Data diambil dari www.forlap.dikti.go.id pada Hari Jum'at, 2 Juni 2016 Pukul 4.00 WIB
Read More...

Isu Terkait Lulusan STAI-PIQ Sumatera Barat

3 comments
Beberapa temen-temen, kakak-kakak, bapak-bapak, ibu-ibu dan adek-adek alumni STAI-PIQ Sumatera Barat ada yang menanyakan seputar isu yang berkembang bahwa : 
Ada alumni STAI-PIQ yang tidak diterima jadi dosen karena persoalan tidak terdaftar di PD DIKTI. Kasus itu terjadi pada Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. 
Untuk menanggapi hal tersebut dan agar saya tidak menjelaskan berulang kali pada setiap yang baru mendengar kabarnya dan mempertanyakannya, maka tulisan ini saya buat untuk hal itu. 

Tulisan ini saya buat dengan tujuan seperti di atas. Hal disebabkan karena saya sudah bosan menjelaskan persoalan ini berulang kali, oleh karena itu ada baiknya saya tuangkan dalam tulisan ini. Jadi ketika ada yang bertanya soal yang sama lagi, tulisan ini bisa menjawabnya. Oleh karena itu ada baiknya saya tuangkan dalam tulisan ini. 

Adapun yang dapat saya katakan dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut :

1. Bahwa tidak benar kalo lulusan kita tidak terdaftar dalam PD DIKTI, pernyataan yang pasnya adalah lulusan kita belum terdaftar, lalu apa beda belum dengan tidak. Masing-masing kita saya rasa bisa menjelaskannya, namun yang ingin saya tekankan adalah bahwa kewajiban PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) baik yang Negeri maupun yang swasta dalam pelaporan PD DIKTI itu baru sampai tahun 2009. hal itu dapat kita cek pada surat edaran Dirjen Pendis Nomor: SE.I/Dj/I/PP.00.9/131/2014 yang bisa dilihat di sini
http://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.php?page=24&aksi=info
atau bisa langsung download pdf nya di sini
http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/3114072036591408d.pdf
itu saya ambil dari website Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI langsung.

Kalo hal itu belum meyakinkan kita juga, coba kita lihat misalnya IAIN Imam Bonjol Padang, hingga tahun berapa yang diinputkan, hingga tulisan ini saya tulis saya baru lihat hingga tahun 2009 juga.

Kalo berkenan bisa dibuka review tentang laporan PD-DIKTI IAIN Imam Bonjol Padang, linknya :
http://staipiq.blogspot.co.id/2016/06/review-laporan-pd-dikti-iain-imam.html

Nah kalau ada yang tahun-tahun di bawah itu, saya harap kita bisa memahaminya.

2. Bahwa ada alumni kita yang telah menjadi dosen dan telah mendapatkan NIDN dalam pengetahuan saya ada 3 orang yaitu : 
1). Ustad Syahrizal, S.I.Q., M.A. : Dosen di STKIP PGRI Sumatera Barat ini linknya dari PD DIKTI langsung  
http://forlap.dikti.go.id/dosen/detail/NDMxRjM0QkYtMzRBQy00Q0Q4LUE4MEEtNkE3NTQ3RDRDQ0FC  
Bahkan dalam riwayat pendidikannya dituliskan tamatan 2003 Prodi Tafsir Hadits di STAI-PIQ Sumatera Barat 
2). Ustad Efendi, S.I.Q., M.A. : Bp. 2003 dan jadi Dosen pada STKIP Pesisir Selatan, ini link nya dari PD DIKTI langsung 
http://forlap.dikti.go.id/dosen/detail/QjdCNDQyMEUtNkUzMC00ODE3LTgyNjQtNDU3RkFEQTJGNTdG  
3). Ustad Hamdi Abdul Karim, S.I.Q., M.Pd.I : BP 2005 dan jadi Dosen STAIN Jurai Siwo Metro Lampung, ini link nya dari PD DIKTI langsung 
http://forlap.dikti.go.id/dosen/detail/NENBM0EyRUUtQTlBMS00Nzk5LTgyOTQtRjkwMDY2MTAyMUI0 
3. Soal UMSB yang menolak alumni itu kebijakan internal UMSB, lihat saja alumni kita yang lain kok bisa diterima jadi dosen bahkan di Perguruan Tinggi Negeri lagi (STAIN Jurai Siwo Metro), kalo memang tidak diakui tentunya Perguruan Tinggi Negeri juga pasti akan menolaknya. Itu yang saya dapat informasinya dari Kasubag Akademik dan IT UMSB yaitu Bapak Hariyadi, M.Kom. ketika mengunjungi saya di labor STAIPIQ dua minggu setelah UMSB menolak alumni kita dan menjelaskan panjang lebar kenapa mereka ambil kebijakan seperti itu. 

Mungkin hanya itu sedikit tulisan ini dapat saya tuangkan, semoga kita dapat saling memahami satu sama lain.

Wassalam
Agus Widianto
(Operator EMIS & PD DIKTI STAI-PIQ Sumatera Barat)
Read More...

Al-Ma'had al-'Aliy li al-Qur`an wa al-Sunnah

Leave a Comment

المعهد العالي للقران و السنة

JOMBANG, PENDIDIKANISLAM.ID – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 13 Ma’had 'Aliy (Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren). Peresmian yang dilakukan bersamaan dengan Wisuda ke-3 Mahasantri Mahad Aly Hasyim Asyari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (30/5) ini ditandai dengan pemberian izin pendirian sekaligus nomor statistiknya.
“Hari ini, kita secara resmi menerbitkan SK untuk 13 Ma’had Aly yang secara resmi diakui oleh negara,” tegas Menag saat memberikan orasi ilmiah Wisuda Mahasantri ke 3 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng.
“Ini tentu sejarah tersendiri, setelah sekian lama keinginan ini berlangsung. Sebenarnya saya hanya di ujungnya saja. Yang jauh lebih berjasa tentu Menteri Agama terdahulu yang telah memperjuangkan ini sejak lama,” tambahnya. Ibarat main bola, Menag mengilustrasikan dirinya hanya mengegolkan bola di depan gawang lawan setelah banyak yang menggiringnya sejak dari belakang (keeper).
Pemberian pengakuan terhadap Mahad Alu ini diawali dengan ditandatanganinya Peraturan Menteri Agama Nomor 71/2015 tentang Mahad Aly oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Menurut Menag, Mahad Aly adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.
“Mahad Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly adalah jenjang Pendidikan Tinggi Keagamaan pada jalur Pendidikan Diniyah Formal,” tegas Menag.
Untuk membangun keunggulan dengan integritas akademik yang tinggi, Menag memastikan setiap Mahad Aly hanya diberikan izin penyelenggaraan untuk satu Program Studi. Lebih dari itu, program studi dimaksud juga akan dikembangkan menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus.
“Kementerian Agama memiliki komitmen kuat membangun pusat-pusat unggulan ini. Dengan posisi ini, maka Mahad Aly akan tetap ditempatkan sebagai lembaga khusus (khushushul-khushush) yang ada pada pesantren, sebagai lembaga kaderisasi ulama yang mumpuni dan berintegritas,” tegasnya.
Adapun ke-13 Ma’had Aly yang telah mengantongi izin pendirian dan nomor statistik tersebut, yaitu:
  1. Ma’had Aly Saidusshiddiqiyyah, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyah Kebon Jeruk (DKI Jakarta)dengan program takhasus (spesialisasi) “Sejarah dan Peradaban Islam” (Tarikh Islami wa Tsaqafatuhu);
  2. Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Pondok Pesantren Al As’ad Kota Jambi (Jambi), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);
  3. Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Agam (Sumatera Barat), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);
  4. Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Pondok PesantrenMa’hadul ‘Ulum Ad Diniyyah Al Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya, Bireun (Aceh), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);
  5. Ma’had Aly As’adiyah, Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang (Sulsel), dengan program takhasus “Tafsir dan Ilmu Tafsir” (Tafsir wa Ulumuhu);
  6. Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (Kalsel), dengan program takhasus “Aqidah dan Filsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu);
  7. Ma’had Aly salafiyah Syafi’iyah, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);
  8. Ma’had Aly Hasyim Al-Asy’ary, Pondok PesantrenTebuireng Jombang (Jatim), dengan program takhasus “Hadits dan Ilmu Hadits” (Hadits wa Ulumuhu);
  9. Ma’had Aly At-Tarmasi, Pondok Pesantren Tremas (Jatim), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);
  10. Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Jateng), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu);
  11. Ma’had Aly PP Iqna ath-Thalibin, Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang (Jateng),dengan program takhasus “Tasawwuf dan Tarekat” (Tashawwuf wa Thariqatuhu);
  12. Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah, Pondok Pesantren Madrasah Hikamussalafiyah (MHS)Cirebon (Jabar), dengan program takhasus “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu); dan
  13. Ma’had Aly Miftahul Huda, Pondok PesantrenManonjaya Ciamis (Jabar), dengan program takhasus “Aqidah dan FIlsafat Islam” (Aqidah wa Falsafatuhu).
Read More...

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1437H

5 comments
Segenap Keluarga Besar STAI-PIQ Sumatera Barat
Mengucapkan
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH 
PUASA RAMADHAN 1437H
Minal Aidhin wal Faizin Mohon Maaf Lahir Bathin
Read More...

Master Plan Pembangunan Kampus II STAI-PIQ Sumatera Barat

2 comments
Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (STAI-PIQ) Sumatera Barat berencana melakukan pengembangan kampus di daerah Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

Rencana pengembangan kampus ini dikenal dengan istilah Kampus II STAI-PIQ Sumatera Barat, yang akan dibangun di atas tanah wakaf seluas 1.7 Hektar. 

Dana yang akan digunakan dalam pembangunan kampus II masih dalam proses penggalangan dana yang dilakukan oleh Yayasan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (YPIQ) Sumatera Barat.

Gambar Master Plan Kampus II
Diharapkan bagi segenap lapisan masyarakat yang berniat untuk mewakafkan sebahagian hartanya fisabilillah, dapat menyalurkan untuk pembangunan Kampus II STAI-PIQ Sumatera Barat. 
Read More...