Isu Terkait Lulusan STAI-PIQ Sumatera Barat

3 comments
Beberapa temen-temen, kakak-kakak, bapak-bapak, ibu-ibu dan adek-adek alumni STAI-PIQ Sumatera Barat ada yang menanyakan seputar isu yang berkembang bahwa : 
Ada alumni STAI-PIQ yang tidak diterima jadi dosen karena persoalan tidak terdaftar di PD DIKTI. Kasus itu terjadi pada Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. 
Untuk menanggapi hal tersebut dan agar saya tidak menjelaskan berulang kali pada setiap yang baru mendengar kabarnya dan mempertanyakannya, maka tulisan ini saya buat untuk hal itu. 

Tulisan ini saya buat dengan tujuan seperti di atas. Hal disebabkan karena saya sudah bosan menjelaskan persoalan ini berulang kali, oleh karena itu ada baiknya saya tuangkan dalam tulisan ini. Jadi ketika ada yang bertanya soal yang sama lagi, tulisan ini bisa menjawabnya. Oleh karena itu ada baiknya saya tuangkan dalam tulisan ini. 

Adapun yang dapat saya katakan dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut :

1. Bahwa tidak benar kalo lulusan kita tidak terdaftar dalam PD DIKTI, pernyataan yang pasnya adalah lulusan kita belum terdaftar, lalu apa beda belum dengan tidak. Masing-masing kita saya rasa bisa menjelaskannya, namun yang ingin saya tekankan adalah bahwa kewajiban PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) baik yang Negeri maupun yang swasta dalam pelaporan PD DIKTI itu baru sampai tahun 2009. hal itu dapat kita cek pada surat edaran Dirjen Pendis Nomor: SE.I/Dj/I/PP.00.9/131/2014 yang bisa dilihat di sini
http://diktis.kemenag.go.id/NEW/index.php?page=24&aksi=info
atau bisa langsung download pdf nya di sini
http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/3114072036591408d.pdf
itu saya ambil dari website Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama RI langsung.

Kalo hal itu belum meyakinkan kita juga, coba kita lihat misalnya IAIN Imam Bonjol Padang, hingga tahun berapa yang diinputkan, hingga tulisan ini saya tulis saya baru lihat hingga tahun 2009 juga.

Kalo berkenan bisa dibuka review tentang laporan PD-DIKTI IAIN Imam Bonjol Padang, linknya :
http://staipiq.blogspot.co.id/2016/06/review-laporan-pd-dikti-iain-imam.html

Nah kalau ada yang tahun-tahun di bawah itu, saya harap kita bisa memahaminya.

2. Bahwa ada alumni kita yang telah menjadi dosen dan telah mendapatkan NIDN dalam pengetahuan saya ada 3 orang yaitu : 
1). Ustad Syahrizal, S.I.Q., M.A. : Dosen di STKIP PGRI Sumatera Barat ini linknya dari PD DIKTI langsung  
http://forlap.dikti.go.id/dosen/detail/NDMxRjM0QkYtMzRBQy00Q0Q4LUE4MEEtNkE3NTQ3RDRDQ0FC  
Bahkan dalam riwayat pendidikannya dituliskan tamatan 2003 Prodi Tafsir Hadits di STAI-PIQ Sumatera Barat 
2). Ustad Efendi, S.I.Q., M.A. : Bp. 2003 dan jadi Dosen pada STKIP Pesisir Selatan, ini link nya dari PD DIKTI langsung 
http://forlap.dikti.go.id/dosen/detail/QjdCNDQyMEUtNkUzMC00ODE3LTgyNjQtNDU3RkFEQTJGNTdG  
3). Ustad Hamdi Abdul Karim, S.I.Q., M.Pd.I : BP 2005 dan jadi Dosen STAIN Jurai Siwo Metro Lampung, ini link nya dari PD DIKTI langsung 
http://forlap.dikti.go.id/dosen/detail/NENBM0EyRUUtQTlBMS00Nzk5LTgyOTQtRjkwMDY2MTAyMUI0 
3. Soal UMSB yang menolak alumni itu kebijakan internal UMSB, lihat saja alumni kita yang lain kok bisa diterima jadi dosen bahkan di Perguruan Tinggi Negeri lagi (STAIN Jurai Siwo Metro), kalo memang tidak diakui tentunya Perguruan Tinggi Negeri juga pasti akan menolaknya. Itu yang saya dapat informasinya dari Kasubag Akademik dan IT UMSB yaitu Bapak Hariyadi, M.Kom. ketika mengunjungi saya di labor STAIPIQ dua minggu setelah UMSB menolak alumni kita dan menjelaskan panjang lebar kenapa mereka ambil kebijakan seperti itu. 

Mungkin hanya itu sedikit tulisan ini dapat saya tuangkan, semoga kita dapat saling memahami satu sama lain.

Wassalam
Agus Widianto
(Operator EMIS & PD DIKTI STAI-PIQ Sumatera Barat)

3 komentar:

Silahkan tinggalkan komentar anda dan saya harap yang sopan !!!