"Tikrar" atau Repetisi dalam al-Qur'an

Leave a Comment
اسرار تكرار فى القرآن 
Diantara ulama yang banyak membahas tikrar ini adalah Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah. 

Abdul Qahir al-Jurjani merupakan salah seorang yang mempelajari ‘Izaz al-Qur’an tapi dia tidak memperdalam uslub tikrar ini dan tidak juga menjelaskan rahasia-rahasianya. Hal ini disebabkan bahwa para pendahulu Abdul Qahir sudah menjelaskan uslub ini sehinga tidak perlu ada lagi tambahan. Dan biasanya Abdul Qahir tidak akan membahas yang beliau anggap sudah sempurna pembahasannya, akan tetapi dia biasanya membahas hal-hal yang belum diketahui oleh kebanyakan orang.

Contoh Tikrar / Repitisi yang terdapat dalam al-Qur'an : 
  • Kata hayat terulang sebanyak antonimnya maut, masing-masing 145 kali; 
  • Kata akhirat terulang 115 kali sebanyak kata dunia
  • Kata malaikat terulang 88 kali sebanyak kata syaitan
  • Kata thuma’ninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhiyq (kecemasan); 
  • Kata panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin.
  • Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjuk dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali; 
  • Kata kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali; 
  • Kata zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah, masing-masing 32 Kali. 
  • Kata yaum (hari) sebanyak 365, 
  • Kata syahr (bulan) terulang 12 kali juga sejumlah bulan-bulan dalam setahun, 
  • dan seterusnya. 
Semua ini di dalam ilmu balagah disebut at-Tikrar/repetisi/refrain.

Pengertian
التكرار هو ذكر الشي مرتين او اكثر
Artinya : menyebutkan sesuatu (ungkapan) dua kali atau lebih

Tujuan
Adapun tujuan-tujuan dari at-tikrar adalah untuk menguatkan dan meyakinkan makna dalam jiwa orang, mengulang karena satu tujuan seperti panjangnya pemisah, untuk tujuan penguasaan, menambah anjuran, senang dan memaafkan, menganjurkan untuk menerima nasihat dengan maksud untuk menarik minat pendengar pada waktu menerima pesan, mengagungkan di hadapan pendengar, dan lain sebagainya.

Macam-Macam Tikrar
  • Pengulangan bunyi huruf yang sama, seperti pengulangan huruf ra dan ha seperti Firman Allah dalam Q.S. al-Insan: 1-13
  • Pengulangan bunyi lafal, seperti pengulangan lafal al-Thaariq, kaidaa, dakkaa, soffaa, ahad, dan ‘aqabah pada surah al-Thaariq (86:1-2,15-16)
  • Pengulangan bunyi lafal yang berhampiran, seperti pengulangan bunyi tumisat, furijat, nufisat, uqqitat, ujjilat, gharqaa, nasytaa, sabhaa, sabqaa, amraa, raajifah, raadifah, waajifah, khaasyi’ah, haarifah, suyyirat, uttilat, sujjirat, dan zuwwijat pada surat an-Nazi’at (79:1-5,6-10)
  • Pengulangan Ayat Aeperti dalam firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Kafirun
Adapun tikrar dalam surat ar-Rahman menurut Qhadi Abdul Jabbar sebagaimana yang diriwayatkannya dari gurunya Abi Ali bahwa di dalam surat ini tidak ada tikrar dengan alasan perbedaan tujuan pada setiap kali pengucapan masing-masing ayat. Dan Pendapat ini akan kita temukan pada Imam Az-Zamakhsary. 

Qadhi Abdul Jabbar berkata, Abu Ali berkata; Adapun yang terdapat pada surat ar-rahman pada firman Allah فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ bukanlah merupakan tikrar karena Allah menyebutkan bermacam-macam nikmat dan menyambungkan setiap nikmat dengan ucapan tersebut, jadi sepertinya Allah berfirman فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ :, artinya; kepada nikmat yang sudah saya sebutkankan tadi yang mana kalian berdua (jin dan manusia) mendustakan?

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda dan saya harap yang sopan !!!